Banyak Ilmu, Minim Etika?

Banyak orang hebat di zaman millenial ini. Begitu tertata harta dalam bentuk fisik maupun digital. Orang-orang hebat pastinya mereka sukses karena ilmu yang dimilikinya dan mampu mengimplementasikan dengan baik. Namun dengan ilmunya itu, apakah dia bisa menjadi manusia yang baik?

Belum tentu, apalagi di ajang yang lebih keatas pastinya mereka akan semakin meninggikan diri sendiri. Tak terkecuali karyawannya maupun bosnya. Sering kali terlihat ketika seseorang berilmu, namun kurang beretika. Saya sendiri sering kali melihat orang-orang hebat yang semestinya membantu atau menyalurkan ilmunya ke sekitar, namun malah mencemooh ketika ada orang yang bertanya.

Mungkin itu salah satu cara agar tidak ada saingan yang kuat kali ya? Tapi kan rejeki itu sudah ada yang atur. Jadi, ngapain harus takut buat berbagi? Bener kan. Minimnya etika saat ini menjadikan banyak orang yang tinggi hati menjadi semakin menjadi-jadi.

Hanya karena dia merasa memiliki pengetahuan lebih, dia merasa bisa men’tolol’kan orang yang ingin berguru kepadanya. Tak terkecuali saya sendiri, saya juga pernah merasa yang bertanya sedikit keterlaluan. Malas mencari dan hanya ingin melemperkan berjuta pertanyaan karena ingin jawaban yang lebih pasti dan instan.

Sebenarnya, kita harus lebih mengontrol emosi dalam mengajari seseorang. Semakin dia bertanya, berarti pengetahuan kita yang seharusnya sudah memudar bisa diasah kembali kan dengan pertanyaan yang sering diajukan oleh teman-temen kita?

Seperti filosofi padi,

Semakin berisi maka padi akan semakin merunduk.Philosophy

Seharusnya orang-orang yang sudah hebat itu sadar dengan posisi dan amanah yang ditanggungnya. Ilmu yang diberikan kepadanya atas jerih payahnya, seharusnya bisa lebih bermanfaat untuk kesuksesan kerabat dan temen-temannya. Lebih asik kan kalau sukses bareng, punya tempat buat curhat, tukar pikiran, sharing dan lain sebagainya.

Gak perlu yang namanya buat menyombongkan diri, merendahkan orang lain semena-mena dengan hasrat menjatuhkan. Ilmu yang diberikan itu berarti usahanya selama ini telah tercapai dan membuahkan hasil. Oleh karena itu ilmu itu akan jadi amanah buat disampaikan untuk orang lain sebagai agar tetap berusaha dan bisa dijadikan motivasi hidup.

sharing your knowledge and experience will make your relationship better in the present and future.

2 Comments

  1. Teknodiary December 5, 2017 at 9:13 PM

    Sangat inspiratif,,btw keren artikelnya 🙂

    Reply

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *