WordPress

Cara Backup & Restore WordPress Menggunakan Softaculous

Bagi pengguna WordPress seperti saya, Softaculous merupakan salah satu software installer yang paling membantu dan sangat berperan dalam pembuatan sebuah blog yang hanya perlu beberapa detik saja.

Sebagian orang tidak memperhatikan situs atau blog yang dikelolanya. Asal sudah jalan, sudah cukup baginya untuk melakukan aksi apapun yang diinginkan. Tanpa disadari, pembaruan pada situs atau WordPress blog terus berlanjut hingga versi sekarang ini yang dimana perbaikan besar-besaran pun terjadi.

Adapula pembaruan terjadi pada versi tema dan plugin. Apakah semuanya akan tetap sama? saya rasa tidak, akan ada hal-hal yang tidak diketahui muncul kepermukaan tanpa kita sadari. Sebagai contoh, adanya plugin atau script yang bentrok dengan yang lainnya hingga menampilkan pesan atau peringan error.

Disinilah perlunya melakukan backup sebelum terjadinya kehilangan data. Lebih lengkapnya akan saya jabarkan perlahan.

Kapan backup perlu dilakukan?

Dari pengalaman pribadi, saya melakukan backup pada setiap 1 bulan sekali atau pada hal-hal tertentu seperti:

  • Ketika mengedit tema atau plugin. Hal ini sangat perlu dilakukan agar menghindari kehilangan atau kerusakan yang terjadi di blog yang sedang anda maintenance.
  • Ketika ada pembaruan baru. Pembaruan tidak selamanya baik. Terkadang, ada saja error atau bug baru yang muncul ke permukaan walaupun baru saja diperbaiki bug yang lainnya.
  • Ketika sudah merasa perlu. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, setiap 1 bulan sekali saya melakukan backup rutin. Kita tidak akan tau kapan situs kita akan diretas, error, atau hal-hal buruk terjadi. Oleh karena itu, untuk menghindarinya, perlu pencadangan data setidaknya tidak perlu membuatnya dari awal.
  • Ketika ingin migrasi ke hosting yang baru. Ketika ingin migrasi, data-data dari hosting lama akan dipindahkan seluruhnya ke hosting yang baru. Oleh karena itu, pencadangan data ini perlu anda perhatikan baik-baik.

4 poin diatas setidaknya sudah menjelaskan kapan saja kita harus melakukan backup pada situs atau blog. Sudah jelas bukan?

Artikel kali ini tidak jauh beda topiknya dari artikel sebelumnya yang membahas tentang cara backup WordPress. Hanya saja, artikel ini membahas lebih mendetail bagaimana cara melakukan backup menggunakan Softaculous dan proses restore ke hosting lainnya.

Panduan backup WordPress

Sebelum anda mengikuti langkah-langkah yang ada di artikel ini, pastikan bahwa anda sudah memenuhi atau merasa diwaktu yang tepat untuk melakukan backup. Langsung saja simak selengkapnya.

  1. Login ke akun cPanel atau hosting anda, baik melalui situs penyedia hosting atau juga bisa melalui hostname dari hosting tersebut.
  2. Cari Softaculous Apps Installer kemudian pilih WordPress.
  3. Di bagian paling bawah, anda bisa melihat beberapa icon yang ditampilkan di situs atau blog yang ingin anda backup. Sebagai contoh saya melakukannya pada blog sendiri, perhatikan gambar berikut:
    Icon Backup
    Icon yang ditandai dengan warna kuning berguna untuk melakukan backup pada blog yang diinginkan.
  4. Setelah klik icon tersebut, anda akan diarahkan ke halaman persetujuan backup. Dihalaman ini anda bisa mengatur apa saja yang ingin dibackup. Saran saya, biarkan seperti default adanya agar dapat di backup secara penuh. Jika sudah yakin, tinggal klik Backup Installation.
  5. Setelah backup selesai, anda bisa melihat hasil backup-annya di halaman backup yang ber-icon Icon Halaman Backup, tepat dibagian kanan atas atau langsung saja mengklik tulisan “Backups” yang ada pada notes tersebut.

Jangan takut untuk menutup halaman atau tab browser anda. Karena sekarang ini, Softaculous bisa melakukan backup di belakang layar, jadi ketika anda menutup layar, proses backup akan diteruskan hingga selesai. Selain itu, setelah anda selesai melakukan backup, jangan lupa untuk mengunduh file nya untuk melakukan pencadangan data.

Panduan restore WordPress

Setelah melakukan tahapan backup seperti langkah-langkah diatas, sekarang saatnya masuk ke sesi restore WordPress. Gunanya, ketika anda mengalami error atau bug yang tidak dapat diatasi sendiri, anda bisa melakukan rollback ke cadangan sebelumnya, yaitu backup yang terakhir anda lakukan.

Ada 3 cara restore hasil backup-an diatas, yaitu:

  1. Restore langsung dari Softaculous Apps Installer. Cara ini tidak perlu repot-repot mengunduh file, di bagian halaman backup anda hanya perlukan mengklik icon Icon Restore dan Restore Installation. Pastikan melakukan restore dengan versi backup-an yang terakhir.
  2. Restore manual. Cara ini terbilang kuno yah, karena ini cara kebanyakan orang melakukannya dan masih bisa dibilang agak sedikit merepotkan. Dengan cara restore ini, anda perlu mengunduh filenya terlebih dahulu, kemudian extract file yang anda unduh.
    1. Jika anda ingin melakukan restore manual, buatlah database baru menggunakan MySQL® Database Wizard, user baru dan juga password baru, kemudian berikan akses penuh untuk tersebut di database anda.
    2. Setelah itu, upload file soft atau apalah namanya dengan ekstensi .sql didalam folder hasil extract file yang anda unduh.
    3. Setelah upload database berhasil, sekarang upload file yang masih tercompress di File Manager → public_html.
    4. Extract file yang diupload, dan pindahkan semua file didalam folder yang baru saja di extract ke public_html.
    5. Selanjutnya, anda perlu membuat koneksi WordPress dengan database terhubung. Edit file wp-config.php, ganti yang disebelah DB_NAME, DB_USER, DB_PASSWORD (disebelahnya dengan database, username, dan password database yang anda buat sebelumnya). Jika sudah diganti, Simpan pembaruan tersebut.
    6. Selanjutnya, cobalah untuk mengakses situs atau blog, jika terhubung maka situs atau blog anda akan Live kembali.
  3. Restore menggunakan Softaculous di hosting lainnya. Cara ini terbilang cukup ampuh karena anda tidak perlu takut ada kerusakan pada file atau gagal restore. Selain itu, cara ini saya gunakan ketika ingin migrasi hosting, jadi sudah terbukti aman.
    1. Langsung saja unduh filenya dari halaman backup Softaculous hosting lama.
    2. Kemudian buka hosting baru anda, cari Softaculous Apps Installer dan install WordPress. Pastikan semuanya sama mulai dari url situs, username, email dan juga password.
    3. Setelah selesai menginstall, backup WordPress tersebut di hosting yang baru saja anda install WordPress.
    4. Langkah ini perlu diperhatikan dengan seksama, buka File Manager → softaculous_backups. Kemudian file yang sebelumnya diunduh, ganti namanya sesuai (sama persis) seperti nama file yang tertera di hosting baru.
    5. Jika sudah mengganti nama file, upload file langsung di softaculous_backups dan centang saja untuk menimpa file sebelumnya.
    6. Sekarang, kembali lagi ke Softaculous Apps Installer → halaman backup. Lakukan restore dengan mengklik icon Icon Restore dan Restore Installation.
    7. Tinggal beberapa langkah lagi, buka MySQL® Databases dan salin Database, username, dan juga password (untuk password direset dulu, karena pada penginstalan sebelumnya password diacak-acak).
    8. Kemudian, masuk ke File Manager → public_html, edit wp.config.php dan ganti DB_NAME, DB_USER, DB_PASSWORD sesuai dengan yang anda salin sebelumnya.
    9. Selamat! sekarang situs anda kembali Live dan berhasil migrasi ke hosting baru.

Sekarang sudah paham kan? tidak begitu melelahkan, bahkan hanya sebagian kecil dari pencegahan ini bisa membantu kita tetap bertahan. Cobain sekarang, jangan tunggu artikelnya basi. Jika ada hal-hal yang kurang dipahami, silahkan tanyakan di kolom komentar.

Tags
Tampilkan lebih banyak

Iqbal Mauludy

Hello, I am a hero who likes to help people from all walks of life. I always try to be the best by doing extraordinary things.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock terdeteksi

Harap pertimbangkan untuk mendukung saya dengan cara menonaktifkan Adblock anda, terima kasih.