PanduanWordPress

Cara Mempercepat Loading Situs WordPress Dengan Mudah

Cara mempercepat loading situs saat ini masih menjadi kebingungan tersendiri diantara para blogger. Semenjak pembaruan dan kabar baru tentang mesin pencari, Google menambah salah satu hal yang sangat penting diperhatikan, yaitu kecepatan situs. “Nah, gara-gara situs lelet, pengunjung pada lari tuh, males buka nya lama”, begitu kata Google.

Oleh karena itu, Google memperhatikan lebih seksama kecepatan situs dan ukuran halaman yang akan menjadi tolak ukur memenangkan posisi di mesin pencari. Daripada kebanyakan basa basi, langsung saja saya arahkan ke pembahasan utamanya, yaitu cara mempercepat loading situs.

Gimana sih cara mempercepat loading situs?

Ada beberapa kemungkinan yang membuat situs itu sendiri menjadi sangat lelet, antara lain:

  • Server atau hosting dengan kapasitas kecil. Hal seperti ini memang sangat perlu diperhatikan, makanya jangan sampai salah pilih lokasi, jenis hosting yang anda pakai untuk blog atau situs anda.
  • Ukuran gambar dan file gambar yang terlalu besar. Gambar juga menjadi salah satu penyebab situs menjadi sangat lelet.
  • CSS, HTML, JS atau codingan lainnya yang masih tidak beraturan. Selain gambar, file-file seperti ini juga akan membuat situs kita menjadi sangat lelet.
  • Expired-date atau Leverage Browser Caching, DNS-Prefetch, dan lain sebagainya juga membuat situs anda harus berjalan layaknya siput.

Poin-poin diatas merupakan poin utama yang menjadi penyebab situs anda menjadi sangat lelet. Oleh karena itu, saya akan memberikan solusi mudah bagi anda untuk menghapus kebingungan ini.

1. Mengatasi kesalahan pada pemilihan server atau hosting

Pemilihan hosting yang tepat itu disesuaikan dengan kebutuhan. Bila anda ingin membangun sebuah blog baru, perhatikan spesifikasi yang lebih jelas, blog yang seperti apa, kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh blog, dan lokasinya.

Saya akan memberikan tips ringan yang bisa anda jadikan patokan dalam memilih hosting.

  1. Lokasi. Lokasi yang tepat dengan blog akan mempermudah visitor atau pengunjung anda mengunjungi situs yang anda buat. Sebagai contoh, anda saat ini sedang berada di Indonesia dan menggunakan hosting dari Singapura. Maka, anda akan mengakses situs yang menggunakan hosting dari Singapura 2x lebih cepat dibandingkan dengan hosting dari US. Alasannya, jarak yang dijangkau oleh jaringan anda lebih mudah ditangkap karena lokasinya yang sangat dekat.
  2. Kapasitas. Kapasitas sebuah hosting akan lebih mudah diliat pada provider hosting kelas atas seperti NameCheap, HawkHost, Godaddy, dan lain sebagainya. Anda perlu memperhatikan kebutuhan blog masa kini dengan spesifikasi yang mendukung.
  3. Harga bukan segalanya. Jangan tergiur dengan harga murah, anda perlu melihat lebih jelas spesifikasi yang ditawarkan oleh penyedia kepada anda, walaupun tertera unlimited, anda harus mengecek lebih detail hosting yang anda beli pada halaman spesifikasi. Biasanya mereka akan memperjelas hosting dengan detail yang lebih lengkap di halaman berikutnya.
  4. Pakailah hosting dari provider kelas atas. Bukan berarti hosting dari provider yang baru dibangun tidak boleh dipakai. Saran ini saya tujukan untuk pemula yang baru saja terjun agar lebih mudah dituntun. Hosting dari provider kelas atas sudah terpercaya keunggulannya seperti Namecheap, Bluehost, yang menawarkan paket hosting promo dengan spesifikasi yang bikin geleng-geleng.

Untuk pemilihan hosting saya rasa garis besarnya hanya 4 poin itu saja. Mungkin anda bisa melihat-lihat lebih banyak lagi dengan saran teman-teman yang lebih expert di bidang ini dan juga bisa meminta rekomendasi dari forum-forum.

2. Mengatasi ukuran file gambar yang terlalu besar

Ada banyak cara untuk mengatasi ukuran gambar yang terlalu besar, ukuran file gambarnya yang membengkak, atau apa saja yang mempengaruhi situs anda yang masih memiliki keterkaitan dengan gambar. Sekarang ini, sudah ada yang namanya image compressor yang memungkinkan anda untuk memperkecil ukuran gambar sampai 10x lebih kecil dari ukuran aslinya tanpa merubah kualitas sedikitpun.

Ada banyak situs yang bertebaran di internet, seperti:

  • TinyJPG.com,
  • Optimizilla.com,
  • Compressor.io,
  • dan lain sebagainya.

Situs di atas merupakan situs yang akan mengompress gambar-gambar anda ke ukuran yang super kecil. Misalnya, anda memiliki gambar original dengan ukuran 2MB, ketika anda mengupload di situs yang saya sarankan, maka gambar tersebut kurang lebih menjadi 80-200KB saja. Sangat terlihat perbedaannya.

Compress Image from Compressor.io

Kalau untuk mengatasi ukuran gambar nih, anda bisa meresize kembali ukuran gambar sesuai dengan thumbnail atau feature image. Biasanya 780-1280 ukuran lebih pada sebuah blog. Namun jika anda menggunakan Regenerate Thumbnails sih sudah tidak menjadi masalah lagi untuk WordPress blog anda.

Situs resize image online:

  • imageresize.org,
  • dll.

Situs yang saya rekomendasikan merupakan situs yang telah saya coba pakai sendiri dan sangat efektif untuk kegiatan ngeblog saya sehari-hari. Bahkan untuk kegiatan lainnya juga.

BONUS!

Akan lebih mudah bagi anda pengguna WordPress. Sekarang ini, di WordPress sudah ada plugin-plugin khusus untuk mengoptimalkan ukuran gambar secara otomatis seperti WP Smush, EWWW Image Optimizer, CW Image Optimizer, Hammy, Imsanity, dan lain sebagainya.

Kalau saya sih pakainya WP Smush Pro dari WPMUDEV, compress image sampai 2x lebih kecil dari ukuran-ukuran compressor lainnya. Jos banget pokoknya, terus setiap gambar diupload akan otomatis tercompress dengan sendirinya dan akan men-generate thumbnail secara otomatis.

Selain itu, WP Smush juga bisa mengompress semua gambar yang ada di directory wp-content baik itu plugin image, theme, dan semua gambar yagn ada di media.

3. Mengatasi codingan yang tidak beraturan

Istilah lain untuk ini adalah unminify. Kalau di dalam file-file coding tuh seperti HTML, CSS, anda pasti melihat baris-baris yang panjang sampai kebawah kan? memang terlihat lebih simpel dan mudah diedit. Namun apa daya kalau semakin banyak baris dianggap pemborosan.

Jadi, langkah awal mengatasi ini dengan cara mengompress atau meminify file tersebut. Hasil dari minify ini nantinya setiap baris akan digabung menjadi 1 baris; jika memungkinkan file-file lain seperti main-CSS dan sub-CSS akan digabung menjadi satu atau di-combine.

Tidak terkecuali untuk JS, malahan JavaScript dan CSS lah yang merupakan paling banyak tidak di minify. Bila anda mengecek di GTMetrix pasti disuruh tuh buat compress JS dan CSS, kalau memungkinkan ya disuruh combine.

BONUS!

Lagi-lagi WordPress selangkah lebih depan. Kali ini saya menyarankan sebuah plugin premium yang paling powerful menurut saya, yaitu WP Rocket. Bagi anda yang memiliki uang lebih bisa mencoba rekomendasi plugins wordpress yang satu ini. Plugin ini sangatlah powerful mulai dari lazy-load images, compressor, combine file, defer, dns-prefetch, CDN, cache, clean database, dan masih banyak lagi lainnya.

Bisa dikatakan plugin ini sudah all-in-one deh untuk optimasi page speed. Jadi anda tidak perlu lagi kerepotan mengatasi situs yang super lelet, Insya Allah 50-70% terbantu dengan plugin ini.

Bagi anda yang kekurangan uang atau merasa tidak sanggup membelinya, ada alternatif lain seperti WP Fastest Cache, WP Super Cache, dan lain sebagainya. Plugin ini juga hampir mirip dengan WP Rocket kok.

4. Mengatasi Leverage Browser Caching

Solusi utama untuk permasalahan ini ialah menggunakan CDN yang memiliki list negara yang banyak. Alasannya, karena lokasi yang berdekatan dan juga tidak memakan waktu yang cukup lama untuk masa expired. Selain itu, CDN juga tersedia versi gratis seperti CloudFlare.

Solusi lainnya anda bisa bergabung menjadi membership di WPMUDEV. Selain mendapatkan akses untuk semua tema, community, anda juga bisa menyicipi WP Smush Pro dan Hummingbird Pro. Plugin untuk mengatasi Leverage Browser cukup dengan Hummingbird, anda bisa mengatur masa expired cache file yang ada di situs anda.

Begitulah saya melakukannya selama ini. Cara mempercepat loading situs sekarang ini sudah sangat mudah, anda bisa mendapatkan informasi begitu banyak langsung dari pusat dokumentasi seperti Google, GTMetrix, Pingdom, dan lain sebagainya.

Cara mempercepat loading situs ini juga saya tulis berdasarkan pengalaman saya saat mengoptimasi banyak blog, jadi sudah bukan lagi menjadi rahasia pribadi ?.

Akhir kata…

Lakukan sekarang! jangan tunggu situs anda menjamur dan ditinggalkan oleh pengunjung anda. Google paham betul apa yang diperlukan oleh orang banyak, jadi terus pantau dan ikuti peraturan yang ada sebelum situs anda tertinggal jauh.

Tags
Tampilkan lebih banyak

Iqbal Mauludy

Hello, I am a hero who likes to help people from all walks of life. I always try to be the best by doing extraordinary things.

Artikel terkait

15 komentar

  1. Mantap mas artikelnya komplit. Yang suka males itu buat ngompres gambar, soalnya selain nambah kerjaan, juga jadinya pecah.

    1. Nah, untuk WordPress sudah ada plugin compressor mas. Jadi setiap mas Doel upload image, otomatis gambarnya terkompress.
      Kalau untuk Blogger, yang butuh usaha dan repot itu malah lebih nikmat ya kata orang tua jaman dulu ?
      Usaha gak bakalan mengkhianati mas kok.

      Situs yang saya referensikan untuk compressor gak bakalan pecah gambarnya, jadi mas gak perlu khawatir.. Selamat mencoba!

  2. Mantap gan artikelnya, blog saya lelet banget pas mau dibuka. Semoga setelah baca postingan ini saya bisa langsung nerapin ke blog saya.

    1. Halo bro Rifqi,
      Terima kasih sudah baca artikel saya. Saran saya nih, jangan nunggu besok lagi untuk optimasi blognya, langsung saja terapin biar bisa lanjutin yang tertinggal.

  3. Selain dari beberapa penyebeb lambatnya proses loading situs diatas apakah masih ada lagi hal yang dapat membuat proses loading situs menjadi lama?

    Mungkin jadi terlalu banyak javascript, gambar pada postingan, dan hal-hal lain yang bisa menyebabkan server menjadi lelah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock terdeteksi

Harap pertimbangkan untuk mendukung saya dengan cara menonaktifkan Adblock anda, terima kasih.