WordPress

Cara Settings Plugin WP Rocket

WP Rocket merupakan sebuah plugin caching dengan berbagai fitur menarik yang dikemas dalam satu paket kecil.

Setelah sekian lama menggunakan plugin WP Rocket ini, akhirnya saya mencoba untuk membuat artikel tentang bagaimana cara settings plugin WP Rocket. Dalam artikel ini, saya akan menjelaskan setidaknya beberapa fitur utama yang mungkin perlu anda perhatikan untuk kelangsungan situs anda, apalagi jika menggunakan shared hosting.

Sedikit penjelasan tentang plugin WP Rocket ini. Bisa dibilang sih WP Rocket ini salah satu plugin caching terbaik yang pernah ada. Kalau menurut saya pribadi, setelah nyobain banyak plugin cache, diantaranya:

  • WP Super Cache
  • WP Fasting Cache
  • WP Rocket

Pilihan hati mengarah ke WP Rocket, alasannya ada banyak kok mengapa saya mengarah ke WP Rocket sekalipun premium. Kesampingkan dulu harganya, kita akan melihat sedikit fitur yang ditawarkan plugin ini.

Offer featured

  • Cache. Cache ini ada di semua plugin caching lainnya kok, kegunaannya juga gak beda sama yang lainnya, sekalipun versi gratis. Namun, ada hal khusus yang ditawarkan oleh WP Rocket, yaitu:
    • Cache Lifespan. Maksudnya, anda dapat mengatur masa aktif cache tersebut, terserah anda mau cache itu tersimpan berapa lama di situs anda. Secara default, WP Rocket mengatur masa aktif cache tersebut 10 jam, setelah itu akan expired.
    • Mobile Cache. Dengan adanya Mobile Cache ini, anda dapat memisahkan cache untuk pengguna Desktop dan Mobile Version. Selain itu, anda dapat mendisablenya juga.
    • User Cache. Nah, fitur yang satu ini.. ketika anda sebagai user atau admin login ke situs yang menggunakan WP Rocket, akan membuat cache baru untuk user yang login ke situs tersebut. Secara default fitur ini disable, jika memang anda rasa perlu untuk mengaktifkannya, anda tinggal mencentangnya agar aktif.
  • File Optimization. Fitur yang satu ini lebih ke compressor, jadi setiap file yang anda aktifkan seperti HTML, CSS, JavaScript akan diminify oleh plugin ini. Jadinya nih, situs anda akan lebih cepat dan mudah diakses oleh pengguna.
    • Basic Settings. Pada bagian ini anda dapat me-minify HTML, menggabungkan Google Fonts agar tidak terlalu banyak HTTP Request, dan juga menghapus query strings yang ada pada file. Query strings juga sangat berpengaruh pada loading situs anda.
    • CSS Files. Selain itu, pada bagian CSS Files ini anda dapat me-minify CSS, menggabungkan beberapa file yang mungkin dapat digabungkan, kemudian menghilangkan beberapa render yang memblokir akses situs anda, jadinya pasti akan lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
    • JavaScript Files. Terakhir, namun tidak kalah menariknya dengan CSS Files, yaitu me-minify JS, kemudian menggambungkan beberapa file JS yang memungkinkan, dan juga menangguhkan beberapa JS agar situs dimuat lebih cepat.
  • Media. Pada bagian media ini sangat penting jika situs anda memuat banyak gambar, anda dapat mengaktifkan fitur LazyLoad yang ada di bagian Media ini. Bukan hanya gambar saja, plugin WP Rocket menawarkan untuk menggunakan fitur LazyLoad pada iframe dan juga video.
  • Database Cleaner. Nah, ini sangat perlu untuk sebuah website media online, apalagi yang sudah memiliki artikel ribuan, pastinya databasenya sudah membengkak. Gunanya Database Cleaner ini untuk membersihkan sampah, revisi yang ada pada post, dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan database situs. Tentunya anda dapat mengatur jadwal pembersihan database secara otomatis, baik itu harian, mingguan, maupun bulanan.
  • CDN. Terakhir, Content Delivery Network. Anda dapat menghubungkan CDN dari pihak ketiga seperti CDN77, MaxCDN, Incapsula, dan lain sebagainya. Kebetulan saya pakai CDN77, hanya perlu memasukkan link url CDN kita dan aktifkan fiturnya, otomatis situs anda akan terhubung ke CDN tanpa harus repot-repot melakukan settings sana-sini.

Saya rasa plugin ini udah menawarkan fitur yang cukup menarik, dibandingkan dengan harganya yang per-lisensi sekitaran $69 sudah tertutupi dengan fitur-fitur yang ditawarkan. Nah, sekarang kan sudah pada tau nih kelebihannya plugin ini, sekarang waktunya kita coba settings plugin WP Rocket ini.

Cara Settings Plugin WP Rocket

Sebelum anda mengikuti cara yang saya tulis ini, pastikan anda sudah memiliki plugin WP Rocket dengan versi paling rendah v3.1.3.2 agar dapat mengikuti tahap-tahap yang saya tulis secara sempurna.

  1. Install plugin WP Rocket dan aktifkan. Kemudian lihat dibagian Settings → WP Rocket. Setelah anda berada di bagian Dashboard milik WP Rocket, biarkan semua pengaturan berada dalam kondisi default.
  2. Pilih Cache, kemudian lakukan aktifkan fitur seperti yang ada pada gambar.
    Cache dari WP Rocket
  3. Selanjutnya, kita masuk ke bagian File Optimization. Silahkan aktifkan beberapa fitur seperti pada gambar, namun jika anda mengalami error atau file yang bentrok, anda dapat menghilangkan centang combine/gabungkan file.
    File Optimization di WP Rocket
    Pada bagian ini anda dapat sedikit bereksperimen sesuai situs anda, agar dapat mengetahui lebih jauh seberapa bergunanya bagian ini.
  4. Selanjutnya, bagian Media. Untuk bagian ini tidak terlalu saya sarankan, namun jika anda sebuah situs yang menampilkan banyak gambar atau grid/masonry layout, saya menganjurkan untuk mengaktifkan LazyLoad agar situs dapat diakses lebih cepat.
    Media dan LazyLoad dari WP Rocket
  5. Bagian Preload, WP Rocket sudah kompartibel dengan Yoast SEO. Ketika anda mengaktifkan dua plugin ini bersamaan, Sitemap yang dibawakan Yoast SEO akan tampil pada bagian Preload di WP Rocket. Aktifkan seperti pada gambar.
    Preload di WP Rocket
  6. Nah, ini salah satu bagian paling penting dan keren di WP Rocket, yaitu Database Cleaner. Saya menyarankan mengikuti 100% seperti digambar, agar database kalian tetap terjaga dan ringan.
    Database Cleaner dari WP Rocket
  7. Terakhir, Tools. Sengaja saya abaikan beberapa bagian dari WP Rocket, karena saya rasa sisanya bersifat optional saja. Sekalipun penting seperti CDN, saat ini saya sedang tidak memiliki CDN Premium yang dapat dihubungkan ke situs yang ada di screenshot tersebut (lagi maintenance situs teman, sekalian screenshot saja). Nah, di Tools ini anda dapat meng-export, import, dan juga rollback ke versi WP Rocket sebelumnya jika versi terbaru mengalami error yang tidak terduga.
    Tools di WP Rocket

Nah, itulah cara settings plugin WP Rocket menurut saya. Sejauh ini saya pakai seperti ini sangat berefek dan terkesan lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

Pelengkap

Agar lebih sempurna, saya menyarankan anda menggunakan plugin tambahan untuk kompress gambar. Karena sudah membeli plugin ini, saya tidak ingin anda terbebani biaya tambahan, sekarang ini ada plugin kompressor yang sangat menarik dan ampuh, silahkan lihat dibawah ini.

Langsung unduh dan aktifkan di blog atau situs anda. Lakukan kompress semua gambar agar situs anda lebih sempurna dan cepat.

Sejauh yang saya pakai, semuanya berjalan dengan baik. Jika cara settings plugin wp rocket ini tidak berjalan baik di sisi anda, silahkan bereksperimen lebih jauh agar dapat mengetahui beberapa fitur lainnya.

Abaikan nama situsnya, karena ini saya screenshot di blog teman yang kebetulan minta dipasangin WP Rocket sekalian di settings. Saya akhiri sampai disini dulu deh kalau gitu, jika ada pertanyaan terkait WP Rocket atau cara settings nya, silahkan tanyakan di kolom komentar atau chat saya via Facebook.

Tags
Tampilkan lebih banyak

Iqbal Mauludy

Hello, I am a hero who likes to help people from all walks of life. I always try to be the best by doing extraordinary things.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock terdeteksi

Harap pertimbangkan untuk mendukung saya dengan cara menonaktifkan Adblock anda, terima kasih.