Hoax Semakin Menjamur Akibat Penyalahgunaan Gadget

0 38

Semakin hari semakin banyak saja situs-situs dan oknum yang menyebarkan konten hoax. Akibatnya, hoax semakin menjamur di internet. Sayangnya, antisipasi yang dilakukan pihak pemerintah belum mampu memfilter akal sehat masyarakat pengguna sosmed.

Mulai dari kalangan remaja, para predator menargetkan bahasa konten yang mudah ditelan secara mentah oleh anak dibawah umur yang menggunakan gadget, kemudian konten tersebut akan sangat mudah diteruskan hanya dengan membaca judulnya saja.

Kasus-kasus seperti ini mudah dijumpai di aplikasi Whatsapp, biasanya akan ada broadcast dari teman-teman yang masih belum mengenal cukup dalam tentang internet. Hal-hal semacam ini akan sering anda jumpai di Blackberry Messanger atau BBM, WhatsApp, Line, dan aplikasi chatting lainnya.

Sosial media besar seperti Facebook juga tak luput dari hoax, bahkan saat ini Facebook menjadi ladang subur untuk menyebarkan hoax.

Bagaimana bisa?

Daerah pelosok-pelosok di Indonesia, masih banyak pengguna sosial media seperti Facebook, Instagram, merupakan pengguna yang baru saja memegang gadget atau smartphone. Alhasil, mereka belum paham betul apa yang ada di internet. Mereka masih sangat gaptek tentang hal ini karena kurangnya edukasi dan pengawasan.

Akhirnya, mereka menjadi santapan lezat para predator yang menjadikan para pengguna baru ini sebagai sasaran. Sebagai contoh, anda bisa memperhatikan sematan halaman dibawah ini:

Anda bisa melihat sendiri berapa banyak komentar dan jumlah yang dibagikan. Ini hanya sebagian kecil dibandingkan konten-konten lainnya.

Belum lama ini, saja juga menemui sebuah video yang diunggah oleh BCC Indonesia, tentang hoax yang terjadi di India. Sungguh mengerikan, video simulasi penculikan anak di edit layaknya penculikan anak beneran. Akhirnya, warga menjadi was-was dan melarang anak-anak bermain di luar rumah.

Apa yang terjadi? Seorang pemuda yang merantau mencari pekerjaan didaerah seberang, harus tewas karena terduga sebagai pelaku penculikan anak. Sayangnya, hanya karena dugaan saja harus tewas di negeri orang. Hanya ingin menjadi pelamar kerja untuk menyambung kehidupan, harus terhenti ditengah jalan.

Jika ingin melihat yang versi Indonesia, anda bisa mencari di channel youtube BBC Indonesia atau Fanspage resmi BBC.

Hoax semakin menjamur di Indonesia

Tak terkecuali di negeri kita ini, ketika anda membuka sosial media.. sekarang ini isinya hanyalah ungkapan kebencian, SARA, hoax, dan lain sebagainya. Sungguh menjijikkan, banyak pelaku yang yang tidak bertanggung jawab mengubah sosial media yang dulunya untuk menghubungkan banyak orang, malah menjadi tempat tempur.

Yang termakan hoax sekarang ini bukan hanya orang-orang tidak terdidik, bahkan intelek sekalipun sampai ke pejabat negara juga ikutan membagikan koonten hoax tersebut. Belum lagi orang-orang yang memiliki pengaruh atau pengikut yang banyak, banyangkan saja berapa banyak orang yang termakan konten palsu?

Pihak Kominfo sendiri telah membuat artikel tentang cara mengatasi berita hoax di dunia maya. Jika anda tertarik untuk membaca konten tersebut, mungkin anda telah berniat untuk mengantisipasi hoax di kemudian harinya.

Kalau versi saya nih, saya punya cara sendiri bagaimana membagikan konten-konten hoax yang menurut saya pengen di share aja gitu. Karena tangan udah kegatalan, yaudah pencet aja tombol share. Penasaran? langsung simak caranya.

Cara 1: Memanfaatkan privasi di kolom status

Facebook menyediakan beberapa pilihan yang bisa anda lihat di kolom status yang bertulisan Publik (Inggris: Public), Teman, Teman Kecuali.., Teman Spesifik, dan Hanya Saya. Kalau anda kebelet banget pengen share konten-konten unfaedah, cukup gunakan Hanya Saya yang dapat melihat status ini.

Cukup menarik loh, anda bisa membagikan konten-konten gak berguna yang mungkin bakalan mengganggu banyak orang, tapi anda menyenanginya. Ya… silahkan bagikan sampai anda enek buka Facebook.

Cara 2: Bagikan kemudian hapus

Cara ini saya ambil dari status teman di Facebook yang jago di bagian IT. Kebetulan masih sejalan.. kebelet share konten yang mungkin mengundang kontroversi, udah keduluan share yaudah biarin aja dulu biar puas diri. Kemudian, tunggu beberapa saat ketika ada 1-2 orang yang berkomentar, barulah anda hapus kembali.

Ada jenis orang-orang yang mengharapkan konten-kontennya dikomentari untuk memuaskan dirinya. Cara yang kedua ini cukup berhasil untuk hal-hal seperti itu.

Kembali lagi ke diri anda sendiri, antisipasi hoax sejak dini dan ajak keluarga anda untuk lebih cermat dalam membagikan konten.