Kesehatan atau Kebiasaan?

Seperti biasa, saya kurang pintar dalam membuka topik yang ringan ataupun yang berat. Suka atau tidak suka, saya tetap berusaha menulis dengan kebiasaan saya sendiri. Apakah untuk asupan orang banyak ataupun bacaan untuk diri sendiri.

Banyak orang terlarut-larut dalam pekerjaan sampai memposisikan diri dalam bahaya. Contohnya, dalam beberapa kasus terakhir sangat banyak freelance yang harus memakai kacamata karena harus bergelut dengan layar monitor lebih dari 16 jam.

Pekerja jenis ini memang mengutamakan kebiasaannya dibandingkan kesehatan, bagaimana bisa? Yuk simak kita pecahkan sama-sama.

Problem

Kebiasaan banyak orang melakukan kebiasaan karena hanya mengikuti alur yang telah diciptakannya. Dalam lingkaran yang sama, dia terus melakukannya berulang kali sampai tidak pernah merasakan yang mana yang lebih baik harus dipilih.

Namun pada sebagian orang ada juga yang sadar, ada yang menjaga kesehatan karena paham mahalnya alat indera yang dimiliki tidak sebanding dengan jerih payah pekerjaan tersebut. Jika di misalkan, perbandingan kerusakan yang dihasilkan dari kebiasaan 1/4, sangat kecil value yang terdapat didalamnya. Selain itu, biaya pengobatan saat ini sangat mahal kan?

How to fix?

Mudah saja, namun ini akan membuat kamu sedikit menggerutu. Mulai dari susah hati, mau tak mau, suka tak suka, ya seperti itulah awalnya. Prase pemulihan itu sangat sulit dibandingkan sangat kita melakukannya tanpa sadar. Jadi diterapkan saja dengan rileks tapi rutin.

Ciptakan suasana baru. Suasana yang dimaksud ubahlah beberapa posisi yang menurut kamu itu kebiasaan yang kurang baik, atur kembali desk kerja kamu jika memungkinkan.

Atur kembali waktu tidur. Sering kali pekerja lepas tidur telat atau sampai harus begadang untuk mencari nafkah. Namun hal ini merupakan hal yang sangat buruk bagi kesehatan. Saya sendiri merasakan sakit yang mungkin tidak cocok untuk seorang yang umurnya baru 19 tahun. Namun sakit di antara tulang rusak, tulang belakang, pegel-pegel, terkejut dalam tidup, sakit dada benar adanya.

Beberapa dari sakit ini memang tercipta dan lahir dari tidur yang tidak teratur. Jadi saya sudah mulai mengatur kembali waktu tidur saya untuk menghindari hal yang tidak di inginkan kedepannya.

Pola hidup yang teratur. Mulai dari makan, kebersihan, lingkungan, mood yang terjaga. Gimana caranya? Melakukan hal yang lebih berguna dibandingkan membuang-buang waktu dengan santai, tidur, nonton serial yang tidak ada habisnya. ( walaupun ini terjadi di diri saya ).

Berolahraga. Mungkin ini yang sangat susah diterapkan, terlebih untuk anak rumahan yang paling susah keluar rumah seperti saya. Olahraga tidak harus keluar rumah sih sebenarnya, kamu cukup melakukan pemanasan aga otot-otot kamu tetap meregang dan tidak kaku.

Make it simple way. Ciptakan jalan hidup baru yang sebanding dengan keuntungan yang didapat dari hasil kamu.

Conglusion…

Dari semua cara diatas saya ambil dari kebiasaan pribadi saya, mungkin terdapat kesamaan pada sebagian orang. Hal ini sudah saya terapkan dan berhasil, walaupun masih ada beberapa yang agak sulit, tapi sejauh ini perubahan sudah mulai tampak jelas. Mari lakukan, buatlah hidup lebih berarti.

4 Comments

  1. Afrizal Helmy December 2, 2017 at 1:58 PM

    ibal yang terbaek

    Reply
  2. Rafi Abrar December 5, 2017 at 10:19 PM

    Ane paling susah ngatur waktu tidur hehehe…

    Reply
    1. Iqbal Mauludy December 5, 2017 at 10:25 PM

      Wah, coba diatur mas, bisa bahaya 3-5 tahun kedepannya nanti.

      Reply

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *