Model Bisnis Membership
@sitthiphong/Twenty20

Berbagai model bisnis lahir dengan kriterianya masing-masing. Mulai dari bagaimana penerapan pada layanan, penjualan produk, sampai ke tipe berlangganan. Kita sebagai pengguna diberikan pilihan yang sesuai porsi masing-masing, tentunya juga dapat memilih lebih dari satu model bisnis yang kita sukai.

Tanpa disadari, sebagai pengguna kita sering mengabaikan apa saja hal-hal yang mencakup kedalam sebuah layanan. Sebagai contoh nyata yang perlu diketahui, jika anda merupakan pengguna smartphone baik itu yang jadul maupun yang canggih, selamat! anda telah bergabung menjadi pengguna layanan bisnis dengan model membership.

Setiap pengguna gadget pastinya wajib memiliki SIM Card bukan? Nah, bagi sebagian orang pasti akan mengisi pulsa kartu perdananya agar tidak habis masa aktif, disinilah model bisnis ini bermain sebagai bisnis berlangganan. Anda bisa meninggalkan layanan seperti ini kapan saja dan dimana saja tanpa persetujuan pihak layanan. Sayangnya, hal tersebut akan sangat berat apalagi nomor HP kesayangan yang telah disimpan selama 10 tahun harus ditinggalkan expired.

Begitu banyak orang yang bergabung kedalam bisnis membership namun mengabaikan cakupan bisnis tersebut. Maka jangan heran jika masih banyak yang masih kebingungan dengan pembaruan kebijakan layanan yang ditetapkan penyedia.

Bagaimana sih model bisnis membership itu?

Bagi anda pengguna layanan IndiHome, setiap bulanannya pasti anda harus membayar tagihan yang diberikan oleh penyedia bukan? Sebagai kata lain, anda sebagai pelanggan yang diberikan invoice setiap bulannya agar dapat menggunakan subscription mereka. Setelah anda melakukan pembayaran, anda dapat melanjutkan penggunaannya sampai batas waktu yang ditentukan. Model seperti case ini dinamakan, model bisnis membership.

Masih banyak layanan atau situs-situs besar yang menggunakan layanan seperti ini. Sebagai contoh lainnya pada situs besar perfilm-an, NETFLIX. Sebuah situs yang menawarkan pengguna untuk streaming film-film super layaknya di bioskop. Cukup bergabung sebagai pelanggan, anda bisa mendapatkan fasilitas layaknya di bioskop, menonton film keren up-to-date bersama keluarga.

NETFLIX sendiri menggunakan model bisnis membership juga, sama hal nya dengan IndiHome. Situs-situs lain seperti WPMUDEV, Codecademy, TeamTreeHouse, dan masih banyak lagi lainnya. Jadi, masih ragu dengan model bisnis ini?

Ketentuan yang biasanya berlaku

Bagi anda yang ingin mendirikan sebuah layanan menggunakan model bisnis ini, mungkin perlu menerapkan beberapa ketentuan khusus, antara lain:

  • Wajib menggunakan data pribadi, dengan kata lain menghindari fake data.
  • Pastikan get trial by day akurat. Biasanya pada trial ini sering dijaili atau dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
  • Pastikan bahwa pelanggan dapat membatalkan subscription kapan saja dan dimana saja.

Dari poin-poin diatas, saya ambil dari hasil pengalaman yang telah terjadi pada saya dan teman-teman saya. Hal seperti ini perlu diberikan perhatian lebih oleh anda yang ingin mendapatkan satiesfactions lebih dari pengguna.

Bagaimana tanggapan anda? apakah sudah mulai tertarik untuk membangun sebuah layanan? saya sangat menyarankan untuk model bisnis membership digunakan di layanan education. Seperti eLearning, selanjutnya tinggal anda pikirkan sendiri bagaimana kelanjutan dari idea yang muncul.

Total
3
Shares

Get in Newsletter

Bergabung menjadi salah satu pembaca setia saya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*