Artikel ini adalah pembaruan dari artikel lama, 2017 dan ternyata masih sangat relavan.

Sering muncul di timeline facebook konten-konten hoax. Benar saja, mulai dari judul, gambar, sampai ke isi semuanya saling bertolak belakang. Hanya demi mencari recehan, mereka memberanikan diri untuk berbuat sejauh itu. Padahal, mereka sadar akan tanggungan yang akan diterimanya kelak nanti.

Seiring berjalannya waktu, tangan-tangan dibelakang layar semakin menjadi-jadi. Mulai menebar kebencian dimana-mana dengan cara menciptakan konten-konten negatif yang sangat berseberangan, bahkan berani menghina ulama. Banyak diantaranya bocah-bocah labil yang ikut-ikutan teman, tidak ketinggalan tren, atau biar ada bahasan sama teman. Sudah menjadi hal yang wajar seperti ini dikalangan remaja karena kurangnya pengawasan dari orang tua.

Tahun terakhir ini memang sangat terlihat nyata bagaimana oknum-oknum jahat mencari uang melalui konten yang penuh kebencian, menebarkan hoax dimana-mana yang ditargetkan ke pengguna awam. Jadi, korbannya yang masih dungu ini akan membaca judul yang waw? pastinya akan langsung share tanpa ingin tau isi nya. Istilahnya, lihat luar kece, langsung beli tanpa tau isi dalam, udah kayak lottery aja.

Menghalalkan segala cara

Media abal-abal juga makin banyak dan ikut-ikutan buat konten hoax, demi jam tayang dan page view. Padahal, mereka tetap bisa bersaing dengan cara yang lebih bijaksana. Harus dipertimbangkan kembali dan pintar-pintar menyaring konten.

Banyak oknum bayaran maupun secara personal memang sudah permainannya seperti itu. Mencari uang dan semuanya menjadi halal karena mata hati sudah gelap karena uang.

Permainan kotor seperti ini biasanya mereka memakai akun kloningan atau bayangan/palsu, kemudian mencomot gambar yang kira-kira cocok sama tema yang dimainkan, kemudian isinya dibuat agar memancing massa, seperti mengambil penggalan video yang terpotong. Mereka tidak segan-segan mengeluarkan sedikit modal untuk memasarkan konten, ini benar-benar terjadi.