World Upside Down

Begitu banyak perpecahan yang terjadi akhir-akhir ini. Mulai dari menviralkan konten hoax, provokator, info miring, cropping & playing victim. Hal-hal seperti ini sangat berbahaya, sampai-sampai dijadikan sebagai penikmat keuangan.

Banyak dari oknum yang tidak bertanggung jawab merusak nama baik hingga menjadikan sesuatu yang negatif sebagai sumber keuangan. Akibatnya dari perbuatannya tersebut dapat merusak sebuah sistem yang tertata dengan baik. Sungguh keji akhir zaman ini, semuanya serba terbalik, mari kita sebut dengan “World Upside Down“.

Sangat susah untuk mengemukakan pendapat saat ini. Semuanya merasa hebat dan menjadi paling benar. Disatu sisi pemegang tahta menjadi yang tertinggi dan paling berkuasa. Semua menari-nari di panggung drama sesuai skenario yang telah di buat.

Sebuah cerita

Belum lama ini sebuah drama yang diperankan oleh aktor hebat masih mewarnai negeri dongeng. Alasannya, begitu banyak kasus menusuk sampai-sampai sang aktor menjadi seseorang yang kebal dengan segala pukulan dan sepak terjang antar perlawanan.

Yang anehnya lagi, drama yang berulang dan publik bisa menebak alurnya, tapi tetap dilanjutkan. Bukankah sangat membosankan nonton series yang trailer saja belum muncul tapi publik bisa mengetahuinya? Kocak gan pake banget.

Itulah sebuah drama dari negeri dongeng. Sadarlah ini akhir zaman sobat, saya sendiri sering diingatkan bahwa disuatu zaman nanti akan ada dimana ‘yang benar menjadi salah, dan yang salah menjadi benar’. Saat ini terbukti sudah zamannya telah nyata, inilah zaman yang penuh dengan dusta dan fitnah bertebaran.

Suka baca artikel? suka bermain dengan media? sosial media aktif? Perhatikan disela-sela artikel, pasti ada oknum yang membuat konten hoax dan bermuatan provocation. Nah, sekarang ini sangat banyak yang tipe oknum begini untuk menyuapi diri dan berfoya-foya dengan dunia.

Jadi sebelum termakan suasana, mending pelajari kebutuhan awal dan asumsi publik yang baik, apalagi kalau sampai terjun ke arah diskusi tapi tidak memahami konteks yang dibahas.

The age of lies

Zaman kita hidup saat ini seperti tanda-tanda yang terlihat memang seperti yang dikatakan pendahulu. “Akan datang suatu zaman dimana fitnah dengan mudah dilemparkan, dimana yang salah akan benar dan yang benar akan salah“. Tidak usah mandang jauh-jauh, negeri dongeng saja sudah terlalu sibuk dengan perdebatan yang tidak habisnya.

Kasus demi kasus selesai, namun tumbuh lagi kasus lainnya yang menuai kontroversi yang memuakkan. Jujur saja, timeline facebook selalu penuh dengan perdebatan tidak sehat yang saling menghujat, merasa paling benar dengan cara merendahkan orang yang dibenci.

Kasus yang konyol kebijakan yang dibuat sendiri namun dilanggar pula oleh dirinya sendiri, saat ini banyak tipe yang seperti ini. Buaaanyak banget, mementingkan diri dan meninggikan diri itu hal dasar pemimpin. Tetapi, kalau sampai kebijakan dan pemborosan, tau sendiri kan? public juga tau loh. Tapi menghindarnya dengan mudah, karena memiliki wewenang.

Sedih pake banget, rasanya baru kemarin merasakan hidup tenang walaupun beberapa tahun yang lalu. Namun akhir tahun ini memang sangat pedis dan nyata rasanya, begitu kelam asmotfir sekitar dan menyesakkan. Akankah perpecahan ini berakhir dengan segera?

I hope things get bytter.

Iqbal Mauludy

Mari kita bersatu kembali, mengelola dan mengatur perkembangan dengan lebih baik. Yuk berdiskusi sehat di kolom komentar yang telah tersedia untuk public. Berkomentarlah dengan baik dan relavan tanpa menjatuhkan perbedaan pola pikir.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *